"Ini namanya blog", kata ayah. "Kamu bisa menulis apa saja di sini dan dalam sekejap seluruh dunia yang ingin melihat, bisa membacanya. Juga bisa melihat foto foto, bahkan mendengar suaramu."
Sejak itulah, pada saat duduk di kelas 4 SD, aku berkenalan dengan sebuah "rumah" baru, rumah yang tak pernah terlintas sebelumnya pada imajinasiku.
Sebelumnya, ketika masih kelas 2 SD, aku sering melihat ayah bunda berhubungan dengan banyak orang tetapi tanpa bertemu muka dengan orang-orang tersebut. Anehnya mereka seolah sangat akrab dan kerap bertukar cerita.
Aku mengalaminya sendiri tahun 2003. Ketika itu aku memenangkan Lomba Menulis Surat untuk Presiden RI Megawati Soekarnoputri. Tiba-tiba surat tersebut dalam sekejap sudah dibaca banyak orang dan mendapat berbagai macam tanggapan.
"Ayah kirim ke internet," ujar ayahku.
Lalu apa semua dunia jadi tahu? Kata ayah: Semua orang di dunia bisa kalau mau baca suratku itu lewat internet.
Sejak saat itu, aku tahu internet keren sekali. bisa dipakai untuk menyebarkan semua yg baik dalam sekejap. Tetapi bagaimana dengan yg buruk? Pasti sekejap pula bisa tersebar bukan? Aku bergidik.
Aku juga sempat terbengong-bengong ketika tiba-tiba ayahku dihubungi oleh Nurcholis Madjid. Beliau ingin bertemu aku dan memintaku membaca puisi karyaku dalam peluncuran bukunya. Darimana dia tahu puisiku bagus?
"Internet," kata ayah. Namun yang menjadi misteri hingga saat ini ayah tak tahu siapa yang memasukkan naskah yg belum diterbitkan itu ke internet.
Sejak itu aku tahu rumah maya tersebut bisa menjadi lahan untuk menebar kebaikan dan cinta. Untuk menjalin hati-hati yang bertebaran di bumi pertiwi ini.
Aku bisa menulis apa saja di sana, juga kepedihan dan gelisahku.
Internet juga menghilangkan kecemasanku soal data. Bayangkan, pada usia empat tahun, aku pernah menghilangkan seluruh data di komputer bundaku! Mengerikan bukan? Tapi kini ayah bunda punya blog sendiri yang juga bisa menampung data. Adikku Nadya juga memiliki blog sendiri. Bahkan foto perdananya sudah muncul di internet 5 menit setelah ia dilahirkan hahaha (tentu saja ini kerjaan ayah dan aku). 
Begitulah blogku: http://masfaiz.multiply.com menjadi blog pertamaku untuk menulis apa saja. Dan siapa yang mengira, bahwa tulisan-tulisanku di blog mendapat banyak sekali tanggapan. Banyak yang senang, tapi ada juga yang mengatakan lebih baik aku main bola daripada menulis puisi. Puisi-puisi itu kemudian dibukukan. Kini aku sudah menulis 12 buku, yang hampir semuanya berasal dari blog-ku.
Bahkan buku-buku tersebut membuatku bisa memiliki adik dan kakak asuh, dan membawaku memperoleh penghargaan dari Presiden SBY. Alhamdulillah.
"Penyair cilik yang peka hati", komentar detik.com untuk blogku. Dan sejak interaksi pertamaku dengan internet, hingga kini, aku bertekad untuk terus menghidupkan hatiku dan menyentuh hati banyak orang. Ya, meski mungkin belum pernah dan barangkali takkan pernah kulihat wajah asli mereka di dunia nyata....